MANAGED BY:
SELASA
25 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Senin, 07 Maret 2016 10:56
Perluas Kilang, Investor Datang, Banyak yang Bakal Berubah dari Balikpapan

Pemerintah Wajib Sediakan Infrastruktur Listrik dan Air

MASIH AMAN: Jalan Parikesit di Kompleks Perumahan Pertamina dan Stadion Persiba ini akan menjadi lokasi gudang dan workshop. Kawasan ini tak akan dibangun kilang.

PROKAL.CO, style="text-align: justify;">BALIKPAPAN – Perluasan kilang Pertamina Balikpapan memiliki dampak positif bagi pembangunan kota. Namun, di tengah kabar baik itu, selalu ada masalah baru yang muncul. Kota Minyak wajib bersiap-siap menerima kemajuan yang pesat. Dengan begitu, ketersediaan infrastruktur mesti jalan beriringan.

Pakar ekonomi pembangunan dari Universitas Mulawarman, Aji Sofyan Effendi, menyebut pelebaran kilang dianggap penting, karena bisa menambah cadangan minyak dan gas (migas) dalam negeri. Maka, keperluan migas dalam negeri bisa dipenuhi sendiri.

Pengembangan kilang, kata dia, akan mengurangi cost of production yang pada akhirnya harga di masyarakat bisa ditekan. Yang lebih penting lagi harus ada efek ke depan. Misalnya, tak ada lagi biarpet di Balikpapan dan Kaltim.

“Saya tak bisa bayangkan Balikpapan yang punya kilang begitu besarnya, tempat pengolahan migas yang begitu besar, tapi masih biarpet listrik,” ujarnya.

Menurut dia, hal itu tetap ada korelasi. Ramai geliat pembangunan juga akan menjadi madu yang menarik investor masuk ke Kaltim. Tapi dengan catatan, ketersediaan listrik tadi terpenuhi.

Dua syarat lain untuk menarik para investor adalah ketersediaan infrastruktur dan air yang memadai. Dua hal tersebut harus menjadi fokus pemerintah daerah. Khususnya untuk Balikpapan, harus ada terobosan yang dilakukan kepala daerahnya. Supaya tak terlalu bergantung hanya pada Waduk Manggar.

Apalagi belakangan, krisis air yang mendera Kota Minyak menjadi catatan minus bagi investor yang ingin masuk. Belum lagi pemodal yang sudah masuk pun bisa memilih meninggalkan kota, bila ternyata pemerintah tak bisa mencari solusi.

Dosen Fakultas Ekonomi, Unmul, itu yakin perluasan kilang bakal memberikan efek domino bagi perkembangan perekonomian di Kaltim. Dalam jangka pendek, proyek yang ditaksir menelan anggaran Rp 60 triliun itu akan menyerap ribuan tenaga kerja.

Apalagi pembangunan kilang tak akan rampung dalam satu atau dua bulan, tapi beberapa tahun. Jadi, sudah barang pasti sepanjang tahun akan memerlukan tenaga kerja lokal, walaupun bukan dari sisi high tech.

Dia berharap, pembangunan tidak terlalu berorientasi pada tenaga kerja dari Jawa maupun luar negeri, meskipun dari sisi teknis. “Tanpa menutup mata, tenaga kerja lokal juga ada yang mampu,” jelasnya.

Terlepas dari itu, dia menganggap rencana itu sangat spektakuler, meski sedikit terlambat. Namun, tak ada kata terlambat untuk penguatan ketahanan energi. Dampaknya tak hanya mikro untuk Balikpapan, tapi juga perspektif nasional. Selama ini Indonesia kekurangan kilang, sehingga terlalu bergantung pada kilang di Singapura.

Terpisah, anggota Komisi VII DPR RI Hadi Mulyadi menyatakan, pelebaran kilang itu menjadi suatu keniscayaan. Sebab, negara memang kekurangan kilang, sehingga minyak mentah harus dijual ke luar negeri. Ia berharap, pelebaran kilang tak melupakan pemugaran kilang yang sudah ada.

Tutur dia, hal tersebut adalah kepentingan nasional. Jadi, dampaknya juga tak secara langsung kepada masyarakat. Maka, pusat jangan sampai melupakan hak daerah. “Harus ada pemanis untuk daerah,” kata wakil rakyat asal Kaltim itu. Misalnya memprioritaskan penyediaan infrastruktur kelistrikan yang mumpuni untuk Kaltim.

Direktur Pengolahan Pertamina Rachmad Hardadi menyebut, proyek pengembangan kilang (refinery development master plan/RDMP) bertujuan menjaga ketahanan energi dalam energi. Kegiatan pengembangan kilang menelan biaya Rp 60 triliun dengan jumlah pekerja yang diperlukan 15 ribu orang.

Kapasitas produksi kilang Balikpapan dari semula 260 ribu barel per hari dinaikkan menjadi 360 ribu barel per hari mulai 2019 mendatang. Pada 2025, konsumsi minyak dalam negeri diperkirakan mencapai 2,3 juta barel dari 1,6 juta barel saat ini.

Proyek pengembangan kilang Balikpapan berdiri di atas lahan milik Pertamina seluas 60–80 hektare. Jadi, tak ada satu jengkal lahan yang dibebaskan atau diganti rugi. 

Karena bakal dibangun gudang dan bengkel serta fasilitas pengolahan yang baru, maka perumahan karyawan di Kompleks Parikesit dan Panorama direlokasi. Sebagai gantinya, Pertamina membangun apartemen 22 lantai yang terdiri dari empat tower dengan total keseluruhan 1.200–1.500 unit kamar.

“Ini (apartemen) akan menjadi landmark Balikpapan. Desainnya enggak main-main,” ucap Hardadi mengenai desain apartemen kelak.

Rachmad menegaskan, dua tempat ibadah, yaitu Masjid Istiqlal dan GPIB Maranatha tak direlokasi. Demikian juga SMA Patra Dharma. “Tak ada 1 meter pun yang akan kami pindah. Tetap di situ. Semua bisa beribadah dengan tenang. Putra-putri bisa bersekolah dengan tenang,” jelasnya.

Sementara itu, akses Jalan Yos Sudarso atau yang dikenal dengan Jalan Minyak, akan ditata ulang. Masalah itu telah disampaikan ke Pemkot Balikpapan. Dalam waktu dekat dilakukan simulasi lalu lintas untuk mengetahui dampaknya. Proses pemindahan jalur diperkirakan akhir tahun ini. Proses pengembangan kilang disebut Hardadi diupayakan berlangsung aman tanpa kegaduhan demi kemaslahatan masyarakat. (*/rsh/rom/k8)


BACA JUGA

Senin, 24 Juni 2019 14:15

Komnas HAM Tuding Aparat Tak Taati Rekomendasi

Tewasnya Ahmad Setiawan di kolam bekas tambang memantik reaksi Komisi…

Senin, 24 Juni 2019 14:13

Diduga Terjadi Pembiaran Berlarut

Satu demi satu warga di Samarinda bertumbangan. Lubang bekas tambang…

Senin, 24 Juni 2019 14:11
Samarinda yang Selalu Saja Ada Tambang Ilegal

Pemerintah Beri Ruang Pelanggaran

PELANGGARAN demi pelanggaran dilakukan para pelaku usaha pertambangan di Kaltim.…

Senin, 24 Juni 2019 13:26
Jumlah Pelanggaran Pemilu 2019 Naik Pesat Dibanding 2014

Kombinasi Meningkatnya Pengawasan dan Bebalnya Peserta

Tingkat kepatuhan peserta pada Pemilu 2019, rupanya, belum membaik. Yang…

Senin, 24 Juni 2019 13:18

Pemilik Pabrik Korek Ditangkap di Hotel

LANGKAT – Polres Binjai terus mendalami kasus kebakaran yang menewaskan…

Senin, 24 Juni 2019 10:18

Persentase Penurunan Harga Tiket Pesawat Masih Dikaji

Penurunan harga tiket pesawat masih dinanti-nanti masyarakat. Pihak maskapai masih…

Minggu, 23 Juni 2019 22:57
Ahmad, Jadi Korban Ke-35 yang Tewas di Kolam Bekas Tambang

Diketahui Tenggelam setelah Empat Jam

Pemprov Kaltim sepertinya diuji. Setelah temuan sejumlah tambang ilegal di…

Minggu, 23 Juni 2019 22:54

Tambang di Samarinda, Pastikan TNI Tak Terlibat

ATURAN dilanggar. Hasil bumi dicuri. Namun hingga kini, belum tampak…

Minggu, 23 Juni 2019 22:47

Tiket Pesawat Bisa Murah Asal Ini yang Dihapus...

JAKARTA-Keriuhan masyarakat terhadap harga tiket pesawat mendapat respons dari pemerintah.…

Minggu, 23 Juni 2019 22:43

Insentif Pemerintah Bikin Properti Bakal Lebih Bergairah

Pemerintah punya kebijakan baru untuk dunia properti. Salah satunya insentif…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*