MANAGED BY:
KAMIS
18 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MASKULIN

Minggu, 08 November 2015 07:29
Bukan Sekadar Fight

Bela Diri Juga Menjaga Orang Lain

BENTUK KARAKTER: Aidin Subihartanto Hadi menggeluti taekwondo sejak 1985. Keahlian bela diri menyelamatkan dirinya ketika dikeroyok 15 pemuda mabuk.(M RUDIANSYAH/KP)

PROKAL.CO, v>

Keahlian bela diri penting bagi setiap pria. Bukan hanya menunjang prestasi, namun juga menjaga keamanan diri dan orang-orang terkasih.
 
AIDIN Subihartanto Hadi telah mendedikasikan banyak waktu untuk bela diri taekwondo. Bahkan, sejak masih bocah. Dari perjalanan panjangnya bersama taekwondo, dia telah mengecap manis-pahit terjun ke dunia tersebut. Ketika ditemui Maskulin di Dojang Taekwondo Samarinda, Aidin berkisah pengalamannya “menghabisi” 15 orang yang ingin melukai dia dan rekannya pada 2003.

“Sebenarnya saat itu saya sedang berkunjung ke rumah saudara di Balikpapan. Saat tengah malam kami keluar, ada 15 orang sedang mabuk-mabukan mengintai kami. Mereka kira kami ini mau menantang mereka,” kenang dia lalu tertawa. Meski telah menjelaskan bahwa dia hanya ingin lewat, belasan orang tersebut tak mau mendengar. Walhasil, perkelahian pun tak terhindarkan baginya.

Laki-laki kelahiran 1974 itu sempat membawa rekannya tersebut ke sebuah jalan kecil untuk menyelamatkan diri. Namun, dia memilih untuk “pasang badan” di hadapan 15 orang tersebut. Bak jagoan, Aidin mengalahkan mereka satu per satu. “Saat itu ada yang sampai masuk parit malahan. Saya sih enggak ada luka-luka. Tapi, baju jadi compang-camping karena sobek,” selorohnya.

Dia merasa sangat beruntung memiliki keahlian taekwondo kala itu. Jika tidak, tentu ia mesti menjalani perawatan serius karena dikeroyok. Menurutnya, hal tersebut dapat terjadi kepada siapa pun sewaktu-waktu. Maka, menurutnya sangat penting mempelajari ilmu bela diri, apapun itu. “Memang kodratnya pria menjadi kepala keluarga. Dalam kondisi tertentu, dia juga yang mesti menjadi penyelamat keluarganya,” terang Aidin.

Selain itu, taekwondo dapat membentuk karakter bagi siapa saja yang mempelajarinya. Karakter disiplin, sportif, dan percaya diri adalah beberapa di antaranya. Karakter tersebut terbentuk karena berbagai peraturan dan latihan yang diterapkan pelatih. “Kebetulan saya juga sekarang sebagai pelatih taekwondo. Kami membentuk karakter-karakter tersebut dibarengi motivasi bagi para atlet taekwondo.”

Menurut laki-laki yang telah 15 tahun menjadi pelatih taekwondo itu, seseorang yang menguasai ilmu bela diri memiliki nilai lebih daripada orang lain. Bahkan, mudah pula bagi pria yang memiliki keahlian bela diri untuk “menjerat” hati para perempuan.

Ada beberapa hal yang menurutnya membedakan taekwondo dengan jenis bela diri lain. Selain lebih dominan di teknik serangan menggunakan tendangan, taekwondo selalu update dalam piranti yang digunakan. “Gerakannya juga indah, bisa dinikmati. Jadi, bukan sekadar fight,” imbuh Aidin.

Sebelum menjadi pelatih taekwondo, dia atlet di cabang olahraga sama. Ia memulai langkahnya sebagai atlet saat duduk di bangku VI SD, pada 1985. Hingga pada 2000, ia diminta melatih para atlet. “Usia saya masih muda untuk jadi pelatih. Saya juga melatih teman-teman seangkatan saya saat itu. Selain melatih, saya menjadi partner sparring para atlet,” pungkas laki-laki kelahiran Purworejo, Jawa Tengah tersebut.

Ia menilai, masa cabang olahraga bela diri taekwondo sekarang berbeda pada zamannya. Kini, pemerintah telah memberi dukungan dan apresiasi penuh kepada setiap atlet yang berlaga. Sedangkan, pada masa ia masih menjadi atlet, urusan gedung latihan pun mesti “rebutan” dengan atlet bulu tangkis. Sarana kurang memadai.

Bahkan, ketika menjadi juara dalam sebuah pertandingan, yang didapat adalah medali, piala, piagam, dan makan-makan bersama tim. “Ya, kalau sekarang, seandainya atlet enggak ada uang pembinaan ketika ia menang, sudah uring-urungan mungkin,” candanya lantas tertawa.

Kini, Aidin memiliki dua anak perempuan. Ia ingin kedua anaknya memiliki keahlian bela diri taekwondo. Menurutnya, bela diri juga perlu bagi perempuan untuk pertahanan diri. Sebab, sekarang kejahatan lebih sering mengintai ketika suasana sepi. “Anak-anak sekarang masih kecil. Tapi, suatu saat akan saya bawa  ke jalan saya,” lanjut dia. (*/mrd/bby/k16)
 
loading...

BACA JUGA

Minggu, 30 Juni 2019 23:12

Tuntaskan Hobi Sekaligus Beramal

 PERAIRAN Kutai Kartanegara (Kukar) memang potensial untuk memancing. Terutama kawasan…

Minggu, 30 Juni 2019 23:12

Tuntaskan Hobi Sekaligus Beramal

 PERAIRAN Kutai Kartanegara (Kukar) memang potensial untuk memancing. Terutama kawasan…

Senin, 17 Juni 2019 12:58

Juanda Pratama, Tunda Usaha demi Restu Calon Mertua

TIDAK ada pekerjaan yang mudah. Kalimat sederhana itu sukses menjadi…

Senin, 17 Juni 2019 12:57

Balas Keluhan dengan Senyuman

TUJUH tahun bukan waktu yang singkat. Memulai karier dari nol…

Minggu, 16 Juni 2019 23:28

Ini 5 Tanda Gejala Serangan Jantung

Serangan jantung merupakan suatu kondisi yang terjadi ketika aliran darah…

Selasa, 04 Juni 2019 11:25

Adi Santoso, Resign demi Hijrah dan Kembangkan Usaha

Hidup adalah proses. Bertumbuh dan berkembang. Itulah yang menggambarkan Adi…

Selasa, 04 Juni 2019 11:24

Bisnis Bermanfaat, Ajak Perempuan Berpakaian Santun

HIDUP hanya sekali. Hal itu membuat Adi Santoso kerap mengingat…

Cerewet soal Kulit

Griezmann Datang, Coutinho Gelisah dan Mau Balik ke Liverpool

Bikin Sekuel Lewat Single

Robbie Williams, Sempat Asosial

Puluhan Desa Tagih Janji Gubernur

Lelang Investasi Jembatan Tol Teluk Balikpapan Dimulai

Hari Libur, Bupati Minta Sampah Tetap Diangkut

2019, Kutim Tidak Dapat Pesawat Bersubsidi

Maksimalkan Dana Desa untuk SDM, Kurangi Masyarakat Miskin

Bandara SAMS Sepinggan Jajaki Rute Tujuan Brunei
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*