MANAGED BY:
SENIN
21 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Rabu, 16 September 2015 10:35
Taman Samarendah Hilangkan Sejarah dan Bisa Sebabkan Banjir, Makanya Dianggap Proyek Gagal
DIKEJAR WAKTU: Meski diadang masalah status lahan, pengerjaan Taman Samarendah terus digenjot.

PROKAL.CO, v style="text-align: justify;">SAMARINDA – Selain bermasalah dengan status kewenangan pengelolaan lahan,  pekerjaan Taman Samarendah juga dianggap proyek gagal.  Pasalnya, akibat pembangunan taman di atas lahan eks SMP 1 dan SMA 1 ini justru tidak membuat aktivitas pengguna jalan tidak lagi nyaman.


Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Saiful mengatakan, gelontoran dana Rp 32 miliar plus tambahan Rp 9 miliar dari APBD Kaltim untuk pengerjaan tahap ketiga, belum menunjukkan tanda-tanda rampung akhir tahun.

“Intinya tak sesuai dengan perencanaan. Buktinya jalan yang bagus malah ditingkatkan dan dibuat paving. Akhirnya bergelombang, potensi banjir besar,” ungkap Saiful.

Ia menambahkan, kesalahan terbesar dari perencanaan taman kota di Jalan Bhayangkara ini adalah dengan merobohkan bangunan SMP dan SMA pertama di Samarinda. Padahal, menurutnya, bisa saja bangunan tersebut dipertahankan dengan mengubah menjadi taman baca atau perpustakaan umum.

“Harusnya dilestarikankan, banyak cara lain kalau memang ingin dibuat taman. Ini memang kesalahan perencanaan,” sebut Saiful yang juga alumnus SMP 1 Samarinda tahun 1978. Kemudian, politikus Hanura itu juga meragukan kalau pohon yang ditanam bakal tumbuh baik di taman itu. Lantaran, tanah yang diuruk kembali diatas lahan tidak akan cocok dengan pohon yang ditanam.

“Jadi, pohon yang tumbuh saat ini karena sudah ada dari awal. Bukan pohon baru yang didatangkan dari luar daerah,” paparnya.

Dia menambahkan, siapa yang bisa menjamin kalau jalanan di kawasan taman itu bakal nyaman dilalui.  Bahkan, warga di sana juga terancam kebanjiran karena posisi taman yang ditinggikan.

“Kalau memang pekerjaan itu sesuai keinginan masyarakat, saya bertanya masyarakat yang mana? Justru masyarakat di sana sekarang mengeluhkan dampak pembangunan yang berjalan sekarang. Belum lagi ada banjir yang mengancam kelak,” pungkasnya.

Sebelumnya, pengerjaan Taman Samarendah disandung masalah lahan yang ternyata aset Pemprov Kaltim. Wakil Ketua Komisi I DPRD Samarinda Suparno menyatakan, terlalu lambat bila hendak menghentikan pembangunan taman. Pembongkaran dua sekolah dilakukan dua tahun lalu dan pembangunan fisik taman dimulai Juli 2014. “Lantas, mengapa baru sekarang ‘diganggu’?” sebutnya.

Politikus PAN tersebut menuturkan, patut jadi pertanyaan, alasan Pemprov membuka isu sertifikat tersebut ke publik. “Masyarakat akan bertanya-tanya, ada apa? Mengapa tidak ada riak waktu pembongkaran,” terangnya.

Menurut dia, pro dan kontra pembongkaran SMP 1 dan SMA 1 juga tidak mendapat tentangan dari alumni. Dia mengerti, dua bangunan yang dihancurkan adalah heritage atau warisan budaya di Benua Etam. “Tapi komplain sudah terlambat, proyek sudah masuk tahap dua,” katanya.

Apakah ini berkaitan dengan tendensi politik? “Mungkin saja ada, sebab patut dipertanyakan niatnya membuka wacana sertifikat tersebut,” paparnya.

Terpisah, Kepala Bidang Aset Daerah BPKAD Samarinda Prayitno mengatakan, pihaknya punya dasar dalam membangun Taman Samarendah, yakni inventarisasi personal, peralatan, pembiayaan, dan dokumen (P3D), yang diserahkan ke Pemkot pada era sentralisasi (otonomi daerah), 26 Juni 2001. “Nah, sertifikat masih dipegang oleh Pemprov. Kami sudah berkirim surat untuk meminta surat tersebut,” ujarnya saat bertandang ke DPRD Samarinda, Senin (14/9).

 Dia menyebut, tanahnya memang aset Pemprov. Tapi, bangunannya dikelola Pemkot. Tak masalah dibangun oleh Pemkot. Sertifikat atas nama Pemprov itu, tutur dia, sebatas pencatatan secara administrasi. “Taman kotanya punya Pemkot,” kata dia. “Ini hanya persoalan administrasi saja,” pungkasnya. (*/ypl/er/k9)
loading...

BACA JUGA

Minggu, 20 Januari 2019 11:07

Oknum ASN Beli Sabu di "Kampung Bandar"

SAMARINDA - Teriakan polisi berpakaian sipil sembari mengacungkan tangan dan…

Minggu, 20 Januari 2019 11:06

"Saya Bukan Pembunuh"

WAJAH pucat, bibir sedikit mengelupas, dan matanya sayu. Langkahnya pelan,…

Minggu, 20 Januari 2019 10:19

WOW..!! Ada Samarinda Magnificent, Ini Maknanya Bagi Wali Kota

SAMARINDA - Logo komersial "Samarinda Magnificent", yang akan diluncurkan 21…

Minggu, 20 Januari 2019 09:39

Kerjakan Laporan Dinas Pendidikan Kukar Pakai Sabu, Gini Dah Jadinya...

SAMARINDA - Entah apa di pikiran Akhmad Fauzi (34). Meski…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:42

Light Runway Bandara APT Pranoto Kebutuhan Mendesak

SAMARINDA–Sudah tiga kali pesawat batal landing di Bandara Aji Pangeran…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:37

Merasa Dapat Keluarga Baru

LANGKAH kaki berderap dari rombongan anggota Polri terdengar jelas ketika…

Sabtu, 19 Januari 2019 09:34

Demokrat Ngotot Punya Hak Rebut Kursi Wawali Samarinda

SAMARINDA - Partai Demokrat masih menginginkan kursi Wakil Walikota (Wawali)…

Sabtu, 19 Januari 2019 09:33

Jalani Hukuman, Gaffar Tunjuk Pria Ini Sebagai Penggantinya di DPRD

SAMARINDA - Jafar Abdul Gaffar yang harus menjalani hukuman penjara…

Jumat, 18 Januari 2019 09:49
Hukuman ASN Terlibat Narkoba

Isran : Beda Hukumannya Bawa Selinting dengan Dua Kilo

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Isran Noor menilai dalam menerapkan hukuman…

Kamis, 17 Januari 2019 12:37

Zainal Muttaqin Terpilih Aklamasi sebagai Ketua SPS Kaltim

SAMARINDA- Haji Zainal Muttaqin, akhirnya kembali terpilih sebagai ketua Serikat…

Light Runway Bandara APT Pranoto Kebutuhan Mendesak

Merasa Dapat Keluarga Baru

Ada yang Harus Skedul Ulang

Proyek 2015 Belum Dibayar Disdik?

Pembangunan Maratua Sangat Pesat

Gaji Guru Honorer dan PTT Disamakan

Dicabuli Ayah Tiri, Mencoba Bunuh Diri

Sawah Jadi Tempat Buang Tanah

Jalan Dua Desa Bakal Disemen

Polri Ancang-Ancang Songsong Pemilu 2019
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*