MANAGED BY:
KAMIS
18 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Rabu, 16 September 2015 10:35
Taman Samarendah Hilangkan Sejarah dan Bisa Sebabkan Banjir, Makanya Dianggap Proyek Gagal
DIKEJAR WAKTU: Meski diadang masalah status lahan, pengerjaan Taman Samarendah terus digenjot.

PROKAL.CO, v style="text-align: justify;">SAMARINDA – Selain bermasalah dengan status kewenangan pengelolaan lahan,  pekerjaan Taman Samarendah juga dianggap proyek gagal.  Pasalnya, akibat pembangunan taman di atas lahan eks SMP 1 dan SMA 1 ini justru tidak membuat aktivitas pengguna jalan tidak lagi nyaman.


Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Saiful mengatakan, gelontoran dana Rp 32 miliar plus tambahan Rp 9 miliar dari APBD Kaltim untuk pengerjaan tahap ketiga, belum menunjukkan tanda-tanda rampung akhir tahun.

“Intinya tak sesuai dengan perencanaan. Buktinya jalan yang bagus malah ditingkatkan dan dibuat paving. Akhirnya bergelombang, potensi banjir besar,” ungkap Saiful.

Ia menambahkan, kesalahan terbesar dari perencanaan taman kota di Jalan Bhayangkara ini adalah dengan merobohkan bangunan SMP dan SMA pertama di Samarinda. Padahal, menurutnya, bisa saja bangunan tersebut dipertahankan dengan mengubah menjadi taman baca atau perpustakaan umum.

“Harusnya dilestarikankan, banyak cara lain kalau memang ingin dibuat taman. Ini memang kesalahan perencanaan,” sebut Saiful yang juga alumnus SMP 1 Samarinda tahun 1978. Kemudian, politikus Hanura itu juga meragukan kalau pohon yang ditanam bakal tumbuh baik di taman itu. Lantaran, tanah yang diuruk kembali diatas lahan tidak akan cocok dengan pohon yang ditanam.

“Jadi, pohon yang tumbuh saat ini karena sudah ada dari awal. Bukan pohon baru yang didatangkan dari luar daerah,” paparnya.

Dia menambahkan, siapa yang bisa menjamin kalau jalanan di kawasan taman itu bakal nyaman dilalui.  Bahkan, warga di sana juga terancam kebanjiran karena posisi taman yang ditinggikan.

“Kalau memang pekerjaan itu sesuai keinginan masyarakat, saya bertanya masyarakat yang mana? Justru masyarakat di sana sekarang mengeluhkan dampak pembangunan yang berjalan sekarang. Belum lagi ada banjir yang mengancam kelak,” pungkasnya.

Sebelumnya, pengerjaan Taman Samarendah disandung masalah lahan yang ternyata aset Pemprov Kaltim. Wakil Ketua Komisi I DPRD Samarinda Suparno menyatakan, terlalu lambat bila hendak menghentikan pembangunan taman. Pembongkaran dua sekolah dilakukan dua tahun lalu dan pembangunan fisik taman dimulai Juli 2014. “Lantas, mengapa baru sekarang ‘diganggu’?” sebutnya.

Politikus PAN tersebut menuturkan, patut jadi pertanyaan, alasan Pemprov membuka isu sertifikat tersebut ke publik. “Masyarakat akan bertanya-tanya, ada apa? Mengapa tidak ada riak waktu pembongkaran,” terangnya.

Menurut dia, pro dan kontra pembongkaran SMP 1 dan SMA 1 juga tidak mendapat tentangan dari alumni. Dia mengerti, dua bangunan yang dihancurkan adalah heritage atau warisan budaya di Benua Etam. “Tapi komplain sudah terlambat, proyek sudah masuk tahap dua,” katanya.

Apakah ini berkaitan dengan tendensi politik? “Mungkin saja ada, sebab patut dipertanyakan niatnya membuka wacana sertifikat tersebut,” paparnya.

Terpisah, Kepala Bidang Aset Daerah BPKAD Samarinda Prayitno mengatakan, pihaknya punya dasar dalam membangun Taman Samarendah, yakni inventarisasi personal, peralatan, pembiayaan, dan dokumen (P3D), yang diserahkan ke Pemkot pada era sentralisasi (otonomi daerah), 26 Juni 2001. “Nah, sertifikat masih dipegang oleh Pemprov. Kami sudah berkirim surat untuk meminta surat tersebut,” ujarnya saat bertandang ke DPRD Samarinda, Senin (14/9).

 Dia menyebut, tanahnya memang aset Pemprov. Tapi, bangunannya dikelola Pemkot. Tak masalah dibangun oleh Pemkot. Sertifikat atas nama Pemprov itu, tutur dia, sebatas pencatatan secara administrasi. “Taman kotanya punya Pemkot,” kata dia. “Ini hanya persoalan administrasi saja,” pungkasnya. (*/ypl/er/k9)
loading...

BACA JUGA

Kamis, 18 April 2019 00:54

19 Pasien Rumah Sakit Jiwa Atma Husada Ikut Coblos Surat Suara

SAMARINDA - Untuk pertama kalinya, pasien Rumah Sakit Jiwa Atma…

Rabu, 17 April 2019 14:24

Nyoblos, Gubernur Habiskan Waktu 6 Menit

Samarinda - Gubernur Kaltim Isran Noor bersama istri Noorbaiti sejak…

Rabu, 17 April 2019 10:30

Saatnya Hapus Gelar Kota Jukir

SAMARINDA–Keberadaan juru parkir (jukir) liar menjadi salah satu masalah yang…

Rabu, 17 April 2019 10:11

Logistik Pemilu ke Perbatasan Malaysia Sudah Terangkut

SAMARINDA - Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto bersama Kapolda…

Selasa, 16 April 2019 11:27

Rp 22 Miliar Masih Belum Cukup

SAMARINDA–PembangunanJembatan Bungkuk di RT 20, Jalan Adi Sucipto, Handil Bakti,…

Selasa, 16 April 2019 11:25

Mimpi Buruk dari Perlakuan Keji sang Ayah

Perjuangan berat sudah harus dirasakan bocah-bocah ini, Muhammad Aldiannur dan…

Senin, 15 April 2019 20:23

KPU Samarinda Jamin Kebutuhan Surat Suara Terpenuhi

SAMARINDA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Samarinda menjamin kebutuhan surat…

Senin, 15 April 2019 10:16

Tiga Proyek Disorot, PUPR Bakal Dipanggil

SAMARINDA–Enam proyek menjadi sampel yang ditilik panitia khusus laporan pertanggungjawaban…

Senin, 15 April 2019 09:57

12 Ribu Alat Peraga Kampanye Diturunkan, Kampanye di Masa Tenang Bisa Terkena Sanksi Pidana

SAMARINDA - Sebanyak 12 ribu Alat Peraga Kampanye (APK) yang…

Minggu, 14 April 2019 12:44

Kurangi Kertergantungan Batu Bara dengan Industri

SAMARINDA-Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK) akhirnya…

Nyoblos, Gubernur Habiskan Waktu 6 Menit

MAKIN GARANG..!! TNI AL Tambah Tiga Kapal Selam

Umpat Asisten Wasit, Maki Torreira

Meniti Jalan Seperti Titi

Coblos Ulang di Selangor, Susulan di Sydney

Kelar Syuting, Langsung Ujian

Quick Count Tayang Pukul 15.00 WIB

Antusias Bertambah, Sayang Penyelenggara Lamban

Lima Tahun Berlalu, 112 Gadis Chibok Belum Ketemu

AS Tak Akui Palestina
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*