MANAGED BY:
SELASA
25 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MASKULIN

Minggu, 30 Agustus 2015 08:01
"RIA PENGIN DIMANJA"
PENGALAMAN: Ria Mayasari pernah dibuat gerah pasangan gara-gara tanggal jadian dilupakan.

PROKAL.CO, v>

MOMEN spesial seperti perayaan ulang tahun, hari jadian, atau tanggal pernikahan penting bagi kebanyakan perempuan. Hari dan tanggal itu dinilai saat tepat merayakan bersama orang-orang tercinta, terutama pasangan. Namun, apa yang dianggap penting perempuan sering dilupakan kaum adam.

Hal ini pernah dialami Ria Mayasari, model asal Bontang yang menjadi finalis Pemilihan Wajah Kaltim Post 2010, lalu. Tak pelak, akibat sifat pelupa dari pasangannya sering menimbulkan keributan kecil.

Meskipun pada dasarnya, ia sadar tak ada pria sempurna bak pangeran berkuda putih di negeri dongeng. Pasalnya di dunia nyata, banyak kekurangan dimiliki pria, meski tak semuanya menjengkelkan. Termasuk sifat pelupanya.

“Tapi kalau sudah over, sifatnya itu bikin 'gerah' deh. Hari jadian saja lupa, padahal kan momen itu Ria pengin dimanja,” ujarnya. “Kok enggak hidungnya itu loh yang lupa, he-he,” canda Ria.

Kesal, sedih, marah jelas berkecamuk di hati Ria. Namun, perasaan itu enggan ia pendam terlalu lama. Perempuan kelahiran Bontang 1992 silam itu selalu membuka pintu maaf bagi pasangannya. Ia juga enggan marah berlebihan.

“Memang jengkel tapi setelah itu dia minta maaf terus ngajakin jalan. Senang deh meskipun tanggal jadiannya sudah lewat. Yang penting enggak malah membiarkan, dia masih tetap ada usaha memperbaiki. Paling nanti minta dia jangan lupa lagi,” ucapnya.

Sejauh ini, Ria berupaya menyadari bahwa sifat pelupa pria muncul karena banyak faktor. Kemungkinan besar disebabkan depresi, stres, hingga kecemasan.

“Belajar paham juga bahwa kelupaan pasangan terkadang bukan tanda ketidakpedulian melainkan sudah bagian dari sifat mereka. Tapi, pada dasarnya perempuan itu ingin prianya tidak lupa, termasuk momen penting,” ujar dia.

Adapun menjadi seorang model sudah Ria tekuni sejak kelas V SD. Sejak itu hingga sekarang dia aktif mengikuti beberapa kegiatan modeling, termasuk foto dan fashion show. Bakat itu muncul secara tidak disengaja. Tak ada bakat model atau fashion diturunkan kedua orangtuanya, Suparno (almarhum) dan Darwati (ibu).

“Iseng saja pas ngisi acara fashion show di SD. Keterusan sampai menghasilkan seperti sekarang. Pertama kali fotonya tema kasual biasa karena masih kagok gitu. Tapi, lama-lama udah biasa,” ucapnya.

Dalam sebulan, dia bisa menerima job foto sampai lima kali. Terkadang dia juga selingi dengan mengikuti lomba modeling. Tak jarang dari lomba itu ia juara. Ria juga menerima tawaran fashion. Banyak pengalaman menarik dia dapat kala terjun di dunia entertain. Ia jadi belajar banyak hal. Yang paling dia ingat, selain terkenal, banyak relasi didapat. “Banyak kenal fotografer, terus juga lebih berani ketemu orang. Padahal dulu pemalu banget. Sering minder,” ujarnya.

Namanya model, pasti banyak orang beranggapan miring. Ria menyadari itu. Kendati demikian, ia tidak sependapat. “Aku enggak setuju sama paradigma itu. Negatif atau enggaknya pekerjaan seorang model itu bergantung pribadi model itu sendiri,” kata dia.

Berbagai tawaran foto tak sedikit datang. Kendati demikian, dia mewajibkan diri pandai-pandai memilah. Biasanya dia melihat dari konsep. “Banyak banget kadang ada juga tawaran foto bikini. Tapi, enggak pernah mau meskipun bayarannya besar,” tutur perempuan penyuka warna pink itu.

Beberapa ajang perlombaan fashion pun sering diikuti, baik tingkat kota maupun provinsi. Salah satunya finalis Pemilihan Wajah Kaltim Post 2010. “Pengin banget ikut ajang yang lebih tinggi lagi, ajang nasional. Putri Indonesia misalnya. Sayang tinggi badan tidak cukup. Tapi, masih berharap ke depan bisa lebih baik,” ujar perempuan dengan tinggi 160 sentimeter dan berat 40 kilogram tersebut. (*/en/bby/k15)
 
loading...

BACA JUGA

Senin, 22 Oktober 2012 10:16

Mitra Teras Mantap di Puncak

<div> <div> <strong>BALIKPAPAN</strong> &ndash; Kesebelasan Mitra Teras…

Truk Pengangkut Puluhan Lemari Es Hantam Rumah Warga

Komnas HAM Tuding Aparat Tak Taati Rekomendasi

Diduga Terjadi Pembiaran Berlarut

Pemerintah Beri Ruang Pelanggaran

Langkah Jangka Panjang Kendalikan Banjir, RTRW Tidak Boleh Melenceng

Runway Sempat Rusak, Penerbangan di APT Pranoto Kembali Normal

Ada Bantuan Pemprov, Pemkot Fokus Alokasikan di Utara

Kepedulian Warga Samarinda terhadap Hewan Meningkat

Usai Banjir, Rusak dan Terabaikan

Lama Dipanggang agar Tak Melempem
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*