MANAGED BY:
KAMIS
14 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

OLAHRAGA

Senin, 27 Juli 2015 08:20
Dagang Kue dan Ternak Ayam Bangkok

Cara Wasit Nasional Asal Kaltim Jaga Dapur Tetap Ngebul

WASIT JUGA MANUSIA: Kusni dan keluarga. Tanpa kompetisi, nafkah didapat dari bisnis kue dan ternak ayam.(ARIB BILLAH/KP)

PROKAL.CO, v>

Dalam sebuah pertandingan sepak bola, ada sosok penting selain pemain, pelatih, atau manajemen klub. Dia turut berlari selama 90 menit dan keputusannya sangat berpengaruh dalam hasil akhir sebuah laga. Sepak bola mengenalnya sebagai wasit.
 
ARIB BILLAH, Samarinda
 
BERAKHIRNYA kompetisi Qatar National Bank (QNB) League 2015 yang belum seumur jagung dengan status force majeure mengundang kekecewaan pelbagai pihak. Salah satu unsur penting yang terkait dalam industri sepak bola seperti wasit, turut pula dirugikan.

Mandeknya kompetisi mengharuskan wasit asal Kaltim, Kusni, berdagang kue kering dan beternak ayam bangkok. Dibantu istrinya Rita Ariani, dia kini menggantungkan keperluan rumah tangga dari kedua jenis usaha tersebut.

"Kalau usaha kue sudah dari 10 tahun lalu dan saat ini masih terus berjalan. Saya bantu istri mulai produksi hingga memasarkan ke outlet-outlet penjualan," ujar Kusni yang kala merintis berdagang kue masih memimpin pertandingan di level Divisi Utama.

Sedangkan untuk ternak ayam bangkok, Kusni hanya memeliharanya alias tidak untuk diadukan. Ketika usia hewan sudah 3-4 bulan, dijual dengan harga Rp 2,5 juta.

"Jadi, saya pinjam tempat usaha ternak di tempat keluarga di Tenggarong dan saat ini sudah ada dua tempat dan lokasinya berjauhan. Saya hanya merawat hingga tumbuh besar saja. Kalau untuk diadu tidak suka," kata ayah Muhammad Rizki Kusni Admojo dan Vania Dwi Cahyani Kusni Admojo itu.

Beberapa ayam berkualitas baik bisa dihargai seperti sepeda motor. Dia pernah menjual seekor ayam bangkok dengan nilai Rp 15 juta. "Memelihara ayam bangkok berbeda dengan ayam potong. Perawatannya harus lebih intens. Tidak lupa divaksin minimal sekali dalam dua bulan. Semakin kuat ayamnya, semakin mahal taksiran harganya," beber Kusni.

Meski masih terselamatkan dengan kedua jenis usahanya, Kusni berharap kompetisi di bawah naungan PSSI bisa kembali bergulir. Berdagang kue dan ternak ayam hanya mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari. Tidak ada tambahan berlebih dari profesinya sebagai wasit selama ini.

"Wasit itu profesi saya. Saya memulai karier dari nol dan bisa sampai memimpin pertandingan di level tertinggi di Indonesia bukan dengan waktu singkat. Setiap akan ada kompetisi kami selalu menjalani serangkaian tes. Melewatinya itu tidak mudah. Sudah berjuang susah payah lolos verifikasi, kompetisi malah buyar," tuturnya kecewa.

Sekadar informasi, para wasit yang dipakai untuk kompetisi sekelas QNB League harus melewati seleksi ketat dari fisik hingga psikologi. Salah satu ujian terberat ialah berlari dengan jarak 150 meter dalam 30 detik. Tes fisik itu dilakukan 20 kali dengan waktu jeda hanya 35 detik. Itu hanya segelintir tes yang dijalani Kusni dan wasit lainnya.

"Begitu tahu kompetisi berakhir, rasanya seperti pukulan telak bagi kami. Saya bersyukur masih ada usaha kue dan ternak ayam. Kasihan teman-teman sesama wasit yang menggantungkan hidupnya hanya dari memimpin pertandingan. Apalagi kalau mengingat-ingat perjuangan menjadi wasit ISL (Indonesia Super League). Itu sangat berat," keluhnya.

Tak ingin staminanya terkuras sia-sia, dia mengabdi kembali di daerah. Beberapa waktu lalu dia memimpin pertandingan turnamen kampung (tarkam). Dalam waktu dekat, dia dipercaya kembali memimpin pertandingan di Piala Pangdam VI/Mulawarman 2015.

Kusni beserta keluarga hanya sebagian kecil dari elemen sepak bola Tanah Air yang merasa dirugikan oleh kewenangan senonoh pemangku kepentingan. Masih ada unsur lain seperti manajemen klub, pemain, pelatih, dan pengurus sepak bola di daerah yang jumlahnya ribuan orang harus menganggur dan kelimpungan mencari cara agar dapur tetap ngepul.‎ (bby/k9)
 

BACA JUGA

Rabu, 13 Desember 2017 19:22

SADIS! Markus/Kevin Bantai Duo Denmark

Tak ada halangan berarti bagi ganda putra terbaik 2017 versi BWF (Badminton World Federation), Marcus…

Rabu, 13 Desember 2017 11:14

Start Awal Bakal Menentukan

JAKARTA – Perjuangan delegasi bulu tangkis Indonesia pada ajang paripurna, Dubai World Superseries…

Rabu, 13 Desember 2017 08:43

Tahan Terens

SAMARINDA – Belum mendapat pengganti yang sepadan, manajemen Borneo FC Samarinda masih menahan…

Rabu, 13 Desember 2017 08:22

PSAD Optimistis ke Semifinal

BALIKPAPAN – Persatuan Sepak Bola Angkatan Darat (PSAD) di bawah pembinaan Kodam VI/Mulawarman…

Selasa, 12 Desember 2017 11:01

AKHIRI RUMOR

TENGGARONG – Liga 1 2018 kabarnya bergulir 24 Februari. Meski PSSI maupun PT Liga Indonesia Baru…

Selasa, 12 Desember 2017 11:00

Dituntut Cepat, Baru Enam Merapat

MITRA Kukar baru merekrut tiga pemain baru plus mempertahankan tiga pemain lama. Total, saat ini Naga…

Selasa, 12 Desember 2017 10:59

Ajang untuk Ganda Lokal

JAKARTA – Candra Wijaya, mantan pebulu tangkis ganda putra Indonesia, punya perhatian khusus buat…

Selasa, 12 Desember 2017 10:58

Mencari Pelapis Marcus/Kevin

JAKARTA – Ganda putra Indonesia menjadi salah satu sektor yang saat ini masih menjadi tumpuan…

Selasa, 12 Desember 2017 10:57

Gelisah Lihat Timnas AS

KEGAGALAN Timnas Amerika Serikat (AS) ke putaran Piala Dunia 2018 Rusia membuat Hope Solo gelisah. Perubahan…

Selasa, 12 Desember 2017 09:05

Raih Penghargaan Langka

SAMARINDA - Tidak hanya menelurkan pemain muda berbakat, Borneo FC berhasil menempatkan Lutfinanda Amary…

Sesumbar Kalahkan Joshua Satu Ronde

Persiba Ikat 12 Nama

Rekrut Tiga Bek dalam Sepekan

Andik Utamakan Persebaya

Dari Liga 2 pun Layak Timnas

Meminang Gadis Padang

Terpesona Rumput Tetangga

Milan Siap Hadapi Sanksi UEFA

Reuni Mantan Teman Kencan

Belum Populer di Mata Suporter
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .