MANAGED BY:
KAMIS
17 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Senin, 13 April 2015 08:58
Kampanyekan Gerakan Mengajar Gratis dari Volunter

Belajar Bahasa Inggris untuk Semua Lapisan Masyarakat

PROKAL.CO, v>

CATATAN: SITI AISYAH
 (*) Pengajar Bahasa Inggris di Balikpapan

Bangsa Indonesia sedang menghadapi tantangan yang sangat besar dalam pengembangan mutu sumber daya manusia. Selain menghadapi globalisasi dan mengembangkan mutu, juga tantangan menghadapi krisis ekonomi yang berdampak kepada krisis politik, sosial, dan disintegrasi bangsa.
 
GERAKAN reformasi nasional telah mengubah kebijaksanaan pembangunan menjadi lebih demokratis, mengakui persamaan derajat manusia, dan pembangunan yang lebih terdesentralisasi menuju masyarakat madani.

Sehubungan dengan pergeseran pembangunan itu, terdapat sejumlah isu dan masalah pendidikan nasional baik bersifat mikro maupun makro. Masalah kualitas dan relevansi merupakan isu pada level mikro, sedangkan masalah persamaan, desentralisasi, dan manajemen pendidikan merupakan isu pada level makro.

Ciri utama masyarakat Indonesia adalah masyarakat demokratis yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, persamaan dan keadilan, toleransi, serta penegakan hukum (Fadjar, 2001).

Dalam rangka itu, pemberdayaan individu dan masyarakat mutlak diperlukan, sebab masyarakat madani memerlukan motivasi dan kemampuan yang kuat disertai partisipasi nyata dari masyarakat.

Dalam hubungan ini, pendidikan diyakini merupakan faktor yang paling berperan bagi upaya pemberdayaan individu  dan masyarakat. Peran generasi muda dan pemerintah sebagai perancang perubahan (change designers) serta pendorong perubahan (change pusers) yang berjiwa volunter.

Bahasa internasional atau bahasa Inggris merupakan kunci utama memasuki area global, termasuk pengembangan skill yang mampu beradaptasi dengan perubahan. Sadar akan pentingnya kemampuan berbahasa Inggris demi  kelancaran komunikasi dan mendapatkan informasi secara global.

Masyarakat dengan ekonomi menengah ke atas, ramai mengirim anak mereka ke lembaga pendidikan untuk mendapatkan ilmu. Tentunya dengan kompensasi pembayaran yang tidak murah. Namun jika melihat ke bawah, anak-anak dengan ekonomi menengah ke bawah yang memiliki keinginan belajar bahasa Inggris, tetapi memiliki orangtua yang kemampuan finansialnya kurang hanya bisa gigit jari.

Alih-alih membayar uang kursus bahasa Inggris, mereka tentu lebih memprioritaskan keperluan primer seperti makanan dan keperluan pokok lain. Di sinilah salah satu permasalahan dalam upaya memasuki area global yang dihadapi oleh bangsa. Terbukti masih rendahnya persentase gerakan generasi muda yang bergelar sarjana.

Gagasan gerakan volunter mengajar bahasa Inggris gratis tidak terlepas dengan banyaknya problematika. Namun, perlu bantuan pemerintah yang mewadahi dan menaungi komunitas gerakan generasi muda volunter. Dengan begitu, bisa memberikan pelatihan pengembangan kurikulum atau metode pengajaran informal.

Di sinilah perlunya anak muda yang memiliki kepekaan sosial dan kesadaran berpartisipasi mendukung pemerataan pendidikan. Yakni, meluangkan waktu, merancang program, dan melaksanakan kegiatan belajar bahasa Inggris gratis. Ini bisa menarik anak kurang mampu di wilayah sekitar tempat tinggal mereka.  

Perlu adanya solusi yang tepat untuk mengatasi sejumlah permasalahan, di antaranya, kesadaran generasi muda berpartisipasi dalam pemerataan pendidikan bahasa Inggris gratis, pencitraan publik, dan dukungan pemerintah untuk komunitas volunter.(*/rom/k16)
 
loading...

BACA JUGA

Sabtu, 12 Januari 2019 07:19

Kuasai Semua Alat Musik di Pendopo

Kondisi Djoko Sudiro memang terbatas. Namun, Djoko tidak berhenti belajar,…

Sabtu, 12 Januari 2019 07:02
Melihat Pelatihan Make-up di Rutan Klas IIB Balikpapan

Tepis Bosan, Modal agar Tak Kembali Terjerumus

Bayangan terhadap kelam dan buruknya kehidupan di balik dinding penjara…

Minggu, 06 Januari 2019 08:52

Mingalabar from Myanmar

Oleh: Firman Wahyudi   PERJALANAN dari Balikpapan ke Myanmar memakan…

Sabtu, 05 Januari 2019 06:57

Raih Harmony Award, Warga Punya Peran Besar

Kalimantan Utara (Kaltara) dinobatkan Kementerian Agama (Kemenag) sebagai provinsi dengan…

Sabtu, 29 Desember 2018 06:59

Evaluasi APBD Sudah Rampung, Menunggu Pengesahan DPRD

Draf APBD Kalimantan Utara (Kaltara) 2019 sudah dievaluasi Kementerian Dalam…

Rabu, 26 Desember 2018 11:54
Kisah Para Nelayan Pandeglang yang Selamat dari Tsunami

Selembar Penutup Boks Ikan Jadi Penyelamat

Kuatnya terjangan tsunami membuat kapal-kapal pencari ikan itu pecah. Nelayan…

Sabtu, 22 Desember 2018 06:59
Menengok MRI Anyar Milik RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo

Bantu Dokter Mampu Visualisasikan Jaringan Tubuh Terkecil Pasien

Setahun lalu diusulkan, Magnetic Resonance Imaging (MRI) baru milik RSUD…

Sabtu, 22 Desember 2018 06:45
AKP MD Djauhari, Kapolsek Loa Janan Peraih Medali Perak Porprov

Tetap Percaya Diri Meski Bersaing dengan Atlet Muda

Nama AKP MD Djauhari tak asing lagi di lingkungan atlet…

Sabtu, 22 Desember 2018 06:38

Ikuti Adik Jajal Samarinda, Sudah Bidik Pasar Luar Negeri

Memiliki jiwa bisnis, putra sulung Presiden RI ke-7, Joko Widodo,…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:12

Penularan “Santun”, Pasien Tak Perlu Dijauhi

Stigma HIV/AIDS di kalangan masyarakat masih buruk. Penderitanya kerap dikucilkan:…

Kebakaran Hebat Landa Tenggarong

Bayar Buat SIM di Polres Samarinda, Kini Bisa Pakai Go Pay

Pengaruhi Nilai Adipura

All Out Lindungi SK Gubernur

PTUN Beri Kejelasan Pekan Depan

Stiker Caleg Dicopot Paksa

Kebut Bayar Utang lewat Satgas

NESTAPA..!! Petani Lada Rugi Jual Hasil Panen

ASTAGA..!! Curiga 22.612 Peserta Penerima Bantuan Iuran Tak Layak Dapat Bantuan

Pendistribusian Tabung Pinky Meningkat
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*