MANAGED BY:
SABTU
22 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Senin, 13 April 2015 08:58
Kampanyekan Gerakan Mengajar Gratis dari Volunter

Belajar Bahasa Inggris untuk Semua Lapisan Masyarakat

PROKAL.CO, v>

CATATAN: SITI AISYAH
 (*) Pengajar Bahasa Inggris di Balikpapan

Bangsa Indonesia sedang menghadapi tantangan yang sangat besar dalam pengembangan mutu sumber daya manusia. Selain menghadapi globalisasi dan mengembangkan mutu, juga tantangan menghadapi krisis ekonomi yang berdampak kepada krisis politik, sosial, dan disintegrasi bangsa.
 
GERAKAN reformasi nasional telah mengubah kebijaksanaan pembangunan menjadi lebih demokratis, mengakui persamaan derajat manusia, dan pembangunan yang lebih terdesentralisasi menuju masyarakat madani.

Sehubungan dengan pergeseran pembangunan itu, terdapat sejumlah isu dan masalah pendidikan nasional baik bersifat mikro maupun makro. Masalah kualitas dan relevansi merupakan isu pada level mikro, sedangkan masalah persamaan, desentralisasi, dan manajemen pendidikan merupakan isu pada level makro.

Ciri utama masyarakat Indonesia adalah masyarakat demokratis yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, persamaan dan keadilan, toleransi, serta penegakan hukum (Fadjar, 2001).

Dalam rangka itu, pemberdayaan individu dan masyarakat mutlak diperlukan, sebab masyarakat madani memerlukan motivasi dan kemampuan yang kuat disertai partisipasi nyata dari masyarakat.

Dalam hubungan ini, pendidikan diyakini merupakan faktor yang paling berperan bagi upaya pemberdayaan individu  dan masyarakat. Peran generasi muda dan pemerintah sebagai perancang perubahan (change designers) serta pendorong perubahan (change pusers) yang berjiwa volunter.

Bahasa internasional atau bahasa Inggris merupakan kunci utama memasuki area global, termasuk pengembangan skill yang mampu beradaptasi dengan perubahan. Sadar akan pentingnya kemampuan berbahasa Inggris demi  kelancaran komunikasi dan mendapatkan informasi secara global.

Masyarakat dengan ekonomi menengah ke atas, ramai mengirim anak mereka ke lembaga pendidikan untuk mendapatkan ilmu. Tentunya dengan kompensasi pembayaran yang tidak murah. Namun jika melihat ke bawah, anak-anak dengan ekonomi menengah ke bawah yang memiliki keinginan belajar bahasa Inggris, tetapi memiliki orangtua yang kemampuan finansialnya kurang hanya bisa gigit jari.

Alih-alih membayar uang kursus bahasa Inggris, mereka tentu lebih memprioritaskan keperluan primer seperti makanan dan keperluan pokok lain. Di sinilah salah satu permasalahan dalam upaya memasuki area global yang dihadapi oleh bangsa. Terbukti masih rendahnya persentase gerakan generasi muda yang bergelar sarjana.

Gagasan gerakan volunter mengajar bahasa Inggris gratis tidak terlepas dengan banyaknya problematika. Namun, perlu bantuan pemerintah yang mewadahi dan menaungi komunitas gerakan generasi muda volunter. Dengan begitu, bisa memberikan pelatihan pengembangan kurikulum atau metode pengajaran informal.

Di sinilah perlunya anak muda yang memiliki kepekaan sosial dan kesadaran berpartisipasi mendukung pemerataan pendidikan. Yakni, meluangkan waktu, merancang program, dan melaksanakan kegiatan belajar bahasa Inggris gratis. Ini bisa menarik anak kurang mampu di wilayah sekitar tempat tinggal mereka.  

Perlu adanya solusi yang tepat untuk mengatasi sejumlah permasalahan, di antaranya, kesadaran generasi muda berpartisipasi dalam pemerataan pendidikan bahasa Inggris gratis, pencitraan publik, dan dukungan pemerintah untuk komunitas volunter.(*/rom/k16)
 
loading...

BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 10:30
Mengantarkan Hasni Pulang setelah 15 Tahun Tinggal di Gua

Sesekali Masih Tanya, Apa si Kakek Pelaku Dipenjara?

Setelah sekitar sebulan mendapat konseling kejiwaan, Hasni pulang ke keluarga yang sempat mencarinya…

Sabtu, 15 September 2018 01:57

Pangan Masih Bergantung, kalau Gelombang Harga Ikut Bergoyang

Di sejumlah media ramai "diskusi" tentang Rp 100 ribu bisa belanja apa zaman now? Wartawan Kaltim Post…

Sabtu, 15 September 2018 01:47

Cara Belajar Asyik, Butuh Penalaran dan Ketelitian

Matematika untuk sebagian siswa bisa menjadi pelajaran yang menakutkan. Tantangannya ada pada tingkat…

Sabtu, 08 September 2018 06:55

Wajib Perawan, Tes Kejiwaan yang Menentukan

Join the navy to see the world. Kalimat tersebut membakar semangat mereka yang ingin bergabung ke TNI…

Senin, 03 September 2018 08:10

Maju Terus Srikandi-Srikandi Bangsa

Oleh: Kompol Yolanda E. Sebayang SIK MM(Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kaltim)SATU September lalu merupakan…

Sabtu, 01 September 2018 02:05

Orangtua Ngajar Bimbel, Berangkat ke AS setelah Dapat Sponsor

Rebecca Alexandria Hadibroto menjadi pebalet Indonesia pertama yang meraih first place kompetisi balet…

Kamis, 30 Agustus 2018 11:25

Perjuangan Berakhir di Sawah Lunto

Pada 7 April 1906 terjadi penyerahan kekuasaan Kesultanan Paser oleh Sultan Ibrahim Khaliluddin (Sultan…

Senin, 27 Agustus 2018 11:11
Rekam Jejak Perjuangan Pahlawan Suku Paser; Panglima Sentik

Dapat Gelar setelah Penggal Kepala Bajak Laut

Cukup banyak literasi yang terhimpun untuk mengisahkan perjalanan hidup Panglima Sentik. Karena keterbatasan…

Minggu, 26 Agustus 2018 21:22
Suka Duka Profesi Ulu-Ulu atau Pembersih Sampah Kali Code

Pernah Diajak Duel hingga Dilempar Sampah dari Atas Jembatan

Profesi ini mungkin belum begitu familiar di telinga masyarakat. Ulu-ulu Kali Code. Ya, profesi ini…

Sabtu, 25 Agustus 2018 07:36

Merasa Dibantu Malaikat saat Melempar Jumrah

Momentum haji bisa menggambarkan kuatnya persaudaraan antarmuslim di dunia. Imam Hambali benar-benar…

Cara Belajar Asyik, Butuh Penalaran dan Ketelitian

Pangan Masih Bergantung, kalau Gelombang Harga Ikut Bergoyang

Sesekali Masih Tanya, Apa si Kakek Pelaku Dipenjara?
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .