MANAGED BY:
SELASA
26 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Senin, 13 April 2015 08:58
Kampanyekan Gerakan Mengajar Gratis dari Volunter

Belajar Bahasa Inggris untuk Semua Lapisan Masyarakat

PROKAL.CO, v>

CATATAN: SITI AISYAH
 (*) Pengajar Bahasa Inggris di Balikpapan

Bangsa Indonesia sedang menghadapi tantangan yang sangat besar dalam pengembangan mutu sumber daya manusia. Selain menghadapi globalisasi dan mengembangkan mutu, juga tantangan menghadapi krisis ekonomi yang berdampak kepada krisis politik, sosial, dan disintegrasi bangsa.
 
GERAKAN reformasi nasional telah mengubah kebijaksanaan pembangunan menjadi lebih demokratis, mengakui persamaan derajat manusia, dan pembangunan yang lebih terdesentralisasi menuju masyarakat madani.

Sehubungan dengan pergeseran pembangunan itu, terdapat sejumlah isu dan masalah pendidikan nasional baik bersifat mikro maupun makro. Masalah kualitas dan relevansi merupakan isu pada level mikro, sedangkan masalah persamaan, desentralisasi, dan manajemen pendidikan merupakan isu pada level makro.

Ciri utama masyarakat Indonesia adalah masyarakat demokratis yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, persamaan dan keadilan, toleransi, serta penegakan hukum (Fadjar, 2001).

Dalam rangka itu, pemberdayaan individu dan masyarakat mutlak diperlukan, sebab masyarakat madani memerlukan motivasi dan kemampuan yang kuat disertai partisipasi nyata dari masyarakat.

Dalam hubungan ini, pendidikan diyakini merupakan faktor yang paling berperan bagi upaya pemberdayaan individu  dan masyarakat. Peran generasi muda dan pemerintah sebagai perancang perubahan (change designers) serta pendorong perubahan (change pusers) yang berjiwa volunter.

Bahasa internasional atau bahasa Inggris merupakan kunci utama memasuki area global, termasuk pengembangan skill yang mampu beradaptasi dengan perubahan. Sadar akan pentingnya kemampuan berbahasa Inggris demi  kelancaran komunikasi dan mendapatkan informasi secara global.

Masyarakat dengan ekonomi menengah ke atas, ramai mengirim anak mereka ke lembaga pendidikan untuk mendapatkan ilmu. Tentunya dengan kompensasi pembayaran yang tidak murah. Namun jika melihat ke bawah, anak-anak dengan ekonomi menengah ke bawah yang memiliki keinginan belajar bahasa Inggris, tetapi memiliki orangtua yang kemampuan finansialnya kurang hanya bisa gigit jari.

Alih-alih membayar uang kursus bahasa Inggris, mereka tentu lebih memprioritaskan keperluan primer seperti makanan dan keperluan pokok lain. Di sinilah salah satu permasalahan dalam upaya memasuki area global yang dihadapi oleh bangsa. Terbukti masih rendahnya persentase gerakan generasi muda yang bergelar sarjana.

Gagasan gerakan volunter mengajar bahasa Inggris gratis tidak terlepas dengan banyaknya problematika. Namun, perlu bantuan pemerintah yang mewadahi dan menaungi komunitas gerakan generasi muda volunter. Dengan begitu, bisa memberikan pelatihan pengembangan kurikulum atau metode pengajaran informal.

Di sinilah perlunya anak muda yang memiliki kepekaan sosial dan kesadaran berpartisipasi mendukung pemerataan pendidikan. Yakni, meluangkan waktu, merancang program, dan melaksanakan kegiatan belajar bahasa Inggris gratis. Ini bisa menarik anak kurang mampu di wilayah sekitar tempat tinggal mereka.  

Perlu adanya solusi yang tepat untuk mengatasi sejumlah permasalahan, di antaranya, kesadaran generasi muda berpartisipasi dalam pemerataan pendidikan bahasa Inggris gratis, pencitraan publik, dan dukungan pemerintah untuk komunitas volunter.(*/rom/k16)
 
loading...

BACA JUGA

Sabtu, 23 Maret 2019 12:03
Geliat Wisata saat Gunung Bromo Erupsi Kecil

Justru Bisa Dapat Sajian Momen Keindahan Asap

Jumlah wisatawan ke Bromo menurun bahkan jika dibandingkan dengan saat…

Sabtu, 16 Maret 2019 14:06
Setelah sang Pelukis Abstrak Itu Berpamitan Dua Bulan Lalu

Sosok yang Supel dan Selalu Siap Bantu Teman

Dari Jogjakarta, Zulfirman Syah pindah ke Selandia Baru untuk mendampingi…

Kamis, 21 Februari 2019 14:34

Di Aceh, Ganja Buat Usir Nyamuk dan Hama

Aceh sebagai salah kawasan paling barat di Indonesia disebut sebagai…

Minggu, 17 Februari 2019 12:45
Pesona Tirta Mahakam, Lestari Histori Bahari Garapan IPDP Kaltim Kota Samarinda

Ingin Mengulang Sensasi Tabrakan Tambangan saat Hendak Merapat ke Dermaga

Sabtu (16/2) malam, sungai Mahakam meriah gegap gempita. Letupan mesin…

Jumat, 15 Februari 2019 11:34
Melawan Nyeri di Sekujur Tubuh Penderita Kanker dengan Samarium Karya Batan

Proses Pembuatan Jumat sampai Senin, Pengiriman Dikawal Khusus

Diinjeksi samarium tak membuat pasien kanker jadi lemas dan mengantuk…

Sabtu, 09 Februari 2019 13:51
Ketika Pantai-Pantai di Badung, Bali, ’’Dikirimi’’ Berton-ton Sampah

Hamparan Gelas Plastik dan Bungkus Detergen di Pusat Ikan Bakar

Gelombang sampah di pesisir Badung dianggap yang terparah dalam 10…

Jumat, 01 Februari 2019 11:45

Tahun Babi Tanah, Ini 4 Shio yang Diramalkan Kurang Beruntung

 Pada 5 Februari mendatang, masyarakat Tionghoa merayakan tahun baru Imlek.…

INSYA ALLAH..!! Tak Benar Bila Peralihan Kekuasaan akan Menyebabkan Perpecahan

Berawal dari Kafe, Rian Setuju Booking Vanessa Rp 80 Juta

WALHI : Pemprov Kaltim Beri Jalan Mulus Kehancuran Karst Kutim dan Berau

Posyandu Garda Terdepan Cegah Penyakit

Butuh Lebih dari Caps ke-50

MEMBANTU CR7

Buya Syafii Maarif Bilang, Kenapa Ulama Dijadikan Mainan Politik?

Ngidam Ular Piton

Hapus Pajak Motor 100 Juta Rakyat Kecil

Jokowi-Prabowo Jangan Main Api
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*