MANAGED BY:
RABU
20 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Senin, 13 April 2015 08:58
Kampanyekan Gerakan Mengajar Gratis dari Volunter

Belajar Bahasa Inggris untuk Semua Lapisan Masyarakat

PROKAL.CO, v>

CATATAN: SITI AISYAH
 (*) Pengajar Bahasa Inggris di Balikpapan

Bangsa Indonesia sedang menghadapi tantangan yang sangat besar dalam pengembangan mutu sumber daya manusia. Selain menghadapi globalisasi dan mengembangkan mutu, juga tantangan menghadapi krisis ekonomi yang berdampak kepada krisis politik, sosial, dan disintegrasi bangsa.
 
GERAKAN reformasi nasional telah mengubah kebijaksanaan pembangunan menjadi lebih demokratis, mengakui persamaan derajat manusia, dan pembangunan yang lebih terdesentralisasi menuju masyarakat madani.

Sehubungan dengan pergeseran pembangunan itu, terdapat sejumlah isu dan masalah pendidikan nasional baik bersifat mikro maupun makro. Masalah kualitas dan relevansi merupakan isu pada level mikro, sedangkan masalah persamaan, desentralisasi, dan manajemen pendidikan merupakan isu pada level makro.

Ciri utama masyarakat Indonesia adalah masyarakat demokratis yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, persamaan dan keadilan, toleransi, serta penegakan hukum (Fadjar, 2001).

Dalam rangka itu, pemberdayaan individu dan masyarakat mutlak diperlukan, sebab masyarakat madani memerlukan motivasi dan kemampuan yang kuat disertai partisipasi nyata dari masyarakat.

Dalam hubungan ini, pendidikan diyakini merupakan faktor yang paling berperan bagi upaya pemberdayaan individu  dan masyarakat. Peran generasi muda dan pemerintah sebagai perancang perubahan (change designers) serta pendorong perubahan (change pusers) yang berjiwa volunter.

Bahasa internasional atau bahasa Inggris merupakan kunci utama memasuki area global, termasuk pengembangan skill yang mampu beradaptasi dengan perubahan. Sadar akan pentingnya kemampuan berbahasa Inggris demi  kelancaran komunikasi dan mendapatkan informasi secara global.

Masyarakat dengan ekonomi menengah ke atas, ramai mengirim anak mereka ke lembaga pendidikan untuk mendapatkan ilmu. Tentunya dengan kompensasi pembayaran yang tidak murah. Namun jika melihat ke bawah, anak-anak dengan ekonomi menengah ke bawah yang memiliki keinginan belajar bahasa Inggris, tetapi memiliki orangtua yang kemampuan finansialnya kurang hanya bisa gigit jari.

Alih-alih membayar uang kursus bahasa Inggris, mereka tentu lebih memprioritaskan keperluan primer seperti makanan dan keperluan pokok lain. Di sinilah salah satu permasalahan dalam upaya memasuki area global yang dihadapi oleh bangsa. Terbukti masih rendahnya persentase gerakan generasi muda yang bergelar sarjana.

Gagasan gerakan volunter mengajar bahasa Inggris gratis tidak terlepas dengan banyaknya problematika. Namun, perlu bantuan pemerintah yang mewadahi dan menaungi komunitas gerakan generasi muda volunter. Dengan begitu, bisa memberikan pelatihan pengembangan kurikulum atau metode pengajaran informal.

Di sinilah perlunya anak muda yang memiliki kepekaan sosial dan kesadaran berpartisipasi mendukung pemerataan pendidikan. Yakni, meluangkan waktu, merancang program, dan melaksanakan kegiatan belajar bahasa Inggris gratis. Ini bisa menarik anak kurang mampu di wilayah sekitar tempat tinggal mereka.  

Perlu adanya solusi yang tepat untuk mengatasi sejumlah permasalahan, di antaranya, kesadaran generasi muda berpartisipasi dalam pemerataan pendidikan bahasa Inggris gratis, pencitraan publik, dan dukungan pemerintah untuk komunitas volunter.(*/rom/k16)
 
loading...

BACA JUGA

Minggu, 17 Juni 2018 10:19

JOSSS..!! Agnes Jadi Cover Majalah Rogue

Kerja keras Agnez Mo untuk go international semakin membuahkan hasil nyata. Setelah majalah fesyen dunia,…

Minggu, 17 Juni 2018 00:49

Lolos 6 Besar, Belajar Tampil Live di TV

Lima remaja ini sudah eksis dengan kelompok nasyid sekolah selama dua tahun terakhir. Siapa sangka,…

Sabtu, 16 Juni 2018 01:18

Tak Lagi di Rumah Dinas, Serasa Lebaran Bersama Keluarga

Ada yang berbeda open house yang dilakukan Rizal Effendi kali ini. Masa cutinya kali ini membuat perayaan…

Kamis, 14 Juni 2018 19:59
Mengunjungi Lorong Buangkok, Kampung Terakhir di Singapura

Kalau Ada Apa-Apa, Kentongan Ditabuh, Warga Pasti ke Sini

Kontras dengan Singapura yang gemerlap, di Lorong Buangkok, jalanan masih berupa tanah, ayam berkeliaran,…

Sabtu, 09 Juni 2018 11:00
Bernostalgia di Sisa-Sisa Kejayaan si Doel Anak Sekolahan

Kamar Mandi dan Sumur Tak Diubah buat Kenang-kenangan

Warung dan opelet memang tak ada lagi. Tapi, di bagian belakang rumah Babeh Sabeni di Jakarta masih…

Sabtu, 02 Juni 2018 01:56

Warga Amankan Diri karena Letusan Diikuti Getaran

                                                      …

Sabtu, 26 Mei 2018 02:26

“Darah Madura Saya Tidak Memungkinkan untuk Menjadi Takut”

Setelah pensiun, Artidjo Alkostar berencana menghabiskan waktu di tiga kota: Jogjakarta, Situbondo,…

Tak Lagi di Rumah Dinas, Serasa Lebaran Bersama Keluarga

Lolos 6 Besar, Belajar Tampil Live di TV

JOSSS..!! Agnes Jadi Cover Majalah Rogue

Kalau Ada Apa-Apa, Kentongan Ditabuh, Warga Pasti ke Sini
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .