MANAGED BY:
JUMAT
19 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Rabu, 05 November 2014 08:40
Perbaiki Kondisi Ekologi Versi Mahasiswa IPB

Ekspedisi Tanah Borneo di Berau

PROKAL.CO, v>

TIGA belas mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) angkatan 50 dari berbagai jurusan dan fakultas, memiliki pandangan tersendiri tentang menilai dan memperbaiki kualitas berbangsa dan bernegara. Yakni dengan melakukan ekspedisi.
 
Ari Arief, Penajam
 
“EKSPEDISI  bertujuan mengetahui keadaan di luar sana sehingga kita bisa menilai seberapa baik dan buruk sesuatu yang telah kita kerjakan di dalam ruang hidup kita sehari-hari, kemudian memiliki referensi untuk melakukan perbaikan diri,” kata Viedela, salah satu anggota Ekspedisi Tanah Borneo 2014. Bahrul Septian Dwi Cahyo dari Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata Fakultas Kehutanan angkatan 48 IPB bertugas sebagai pendamping kegiatan ini. Seluruh anggota ekspedisi ini tergabung dalam organisasi pencinta alam, Lawalata IPB. “Kita semua anggota baru Lawalata IPB yang memiliki rasa penasaran yang cukup tinggi untuk melakukan sebuah ekspedisi,” kata Viedela.
 
Keinginan yang kuat membutuhkan perjuangan dan pengorbanan yang besar. Keinginan untuk belajar dan melakukan suatu hal yang sama yaitu ekspedisi, dan mereka terus berbincang untuk menyusun sebuah ekspedisi yang diimpikan bersama. “Akhirnya kita sepakat untuk konsisten dalam menyusun dan menjalankan ekspedisi dari awal hingga akhir dengan tema “Menelusuri Potensi Ekosistem Karst Sangkulirang sebagai Bahan Pertimbangan Warisan Dunia” di Kampung Merabu, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Tempat dan tema tersebut dipilih karena hangatnya isu tentang Karst Sangkulirang yang akan diajukan menjadi warisan dunia dengan memerhatikan masukan dari berbagai pihak,” ujarnya.
 
Persiapan dilakukan guna mematangkan konsep yang akan dilakukan, antara lain  materi dan keterampilan studi, penyusunan rundown kegiatan, persiapan finansial, kekompakan anggota, dan yang paling penting adalah penguatan mental.  “Setelah dirasa cukup, kita terlebih dahulu melakukan simulasi di beberapa tempat di Bogor, yaitu di Karst Ciampea dan Karst Jasinga. Simulasi tersebut dilakukan dengan tujuan untuk lebih memperdalam kemampuan sesuai yang akan dilakukan saat ekspedisi dan lebih mengeratkan ikatan antaranggota,” kata Anggi Prayoga anggota ekspedisi dari Departemen Manajemen.
 
Tepat pada 1 Juli 2014, dengan keyakinan tinggi mereka berangkat menuju Kampung Merabu. Inti kegiatan yang dilakukan dengan membagi tim menjadi tiga kelompok, yaitu Tim Endokarst (penelusuran gua, pemetaan gua, dan inventarisasi biota gua), Tim Biodiversitas Eksokarst (analisis vegetasi di sekitar mulut gua), dan Tim Sosial Budaya yang melakukan kajian pemanfaatan sumber daya hutan dan sejarah masyarakat adat.
 
 KAJI GUA
 
Beberapa gua yang mereka kaji, yaitu Gua Bloyot, Sedepan Bu, dan Lubang Tembus. Setiap gua yang berada di sana memiliki keunikan masing-masing, seperti cap tangan dan beberapa lukisan gua purba yang ada di Gua Bloyot yang dipercaya milik Bunga Inu; aliran air sungai yang ada di dalam Gua Sedepan Bu; serta pancaran sinar yang unik dari jendela-jendela gua yang ada di Lubang Tembus.
 
Ada beberapa keunikan biota dalam gua yang mereka temukan, seperti jenis dari famili Scuttigeridae dengan warna ungu dan ukurannya yang kecil. Biota tersebut sangat langka dan belum pernah ditemukan di gua-gua di Pulau Jawa.
Ini menunjukkan adanya perbedaan morfologi yang unik sehingga penting untuk dipublikasi.
 
Kerapatan vegetasi di hutan Kampung Merabu kondisinya masih sangat lebat dan beragam. Banyak mengalir sungai berasal dari hutan tersebut yang membantu masyarakat mendapatkan air dengan mudah. Airnya yang jernih tersebut juga menyimpan kekayaan biota sungai seperti berbagai macam ikan, kepiting, dan labi-labi. Dapat memakan ikan segar hasil memarang (menangkap ala suku Dayak) sendiri adalah suatu hal yang sangat berkesan bagi mahasiswa IPB ini.
 
Selain kekayaan gua dan ekosistem hutan, Kampung Merabu juga memiliki kearifan lokal dan adat istiadat yang cukup kuat. Masyarakat sangat percaya dengan sejarahnya yang berasal dari sosok bidadari cantik, bernama Bunga Inu. Sering kali masyarakat Kampung Merabu melakukan pesta sebagai tanda penyambutan dan pelepasan pengunjung.
 
Sebuah tanda keramahan tuan rumah. “Kita merasakan sendiri saat datang dan saat akan pulang, pesta panen, dan masih banyak pesta lain. Kehidupan di Kampung Merabu sangat kental dengan kebersamaannya. Bersih dan nyaman selalu disuguhkan di kampung tersebut, sangat damai dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan,” kata Viedela.
 
Sebagai tambahan referensi, mahasiswa memanfaatkan waktu untuk melakukan eksplorasi  potensi wisata yang ada di Kampung Merabu. Salah satu tempat spesial kampung tersebut, yaitu Telaga Nyadeng dan Puncak Ketepu. Air di Telaga Nyadeng berwarna biru segar dan memiliki beragam jenis ikan yang terlihat dari permukaan air.
 
Sedangkan dari Puncak Ketepu, keindahan yang disuguhkan adalah hijaunya tower-tower karst yang menjulang tinggi ke langit. Masih banyak lagi tempat unik di sekitar Kampung Merabu yang belum sempat kita kunjungi dikarenakan waktu sangatlah terbatas. Salah satunya Danau Tebo yang konon memiliki air sangat jernih serta hamparan lahan yang luas dengan kehidupan flora dan fauna yang masih liar. (far/k8)

 
loading...

BACA JUGA

Senin, 15 Januari 2018 09:46

Ngaku Sudah Nikah, Nginap Seminggu Lapor Polisi

Penyakit masyarakat, misalnya kencan di kamar hotel bagi pasangan bukan suami-istri, tentunya tidak…

Sabtu, 13 Januari 2018 07:15

Harga Merakyat, Langganan Pejabat

Pekatnya warna biji kopi seolah menyimpan segudang tanya bagi siapa saja yang menautkan pandangan. Di…

Sabtu, 06 Januari 2018 06:51

Menjaga Gairah Out of the Box, Tonjolkan Kearifan Lokal

Pagi yang cerah di Balikpapan. Secerah suasana di Gedung Biru Kaltim Post (GBK), Jalan Soekarno-Hatta,…

Sabtu, 06 Januari 2018 06:40

Cerita Anak Kelainan Jantung yang Ditangani YJI Balikpapan

Kesadaran ibu hamil terhadap perkembangan anak sangatlah penting. Terutama mendeteksi sedini mungkin…

Kamis, 04 Januari 2018 10:51
Nor Anisa, Mahasiswi Prodi HI yang Ikuti Forum World Bank

Bincang dengan Profesor, Kritik Dampak Pengembangan Teknologi

Berawal dari menulis sebuah personal statement tentang kemajuan teknologi yang berhubungan dengan pendidikan…

Senin, 01 Januari 2018 07:59
Disbudpar Berminat Kelola Penangkaran Rusa Api-Api

Mimpi Jadikan Ikon PPU sebagai Sarana Ekowisata

Penangkaran Rusa Api-Api dilirik Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar). Aset daerah itu ingin…

Sabtu, 30 Desember 2017 07:24
Dari Diskusi HUT Ke-30 Kaltim Post: Mencari Gubernur Pengganti Awang Faroek Ishak? (1)

Perlu Pemimpin yang Berani Lepas dari Ketergantungan SDA

ALAN RUSANDI Kaltim dipastikan dipimpin gubernur baru. Awang Faroek Ishak yang sudah dua periode menjadi…

Sabtu, 30 Desember 2017 07:21
Bincang Sore di Hari Jadi Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Sonhadji

Suka Tantangan dan Olahraga di Luar Ruangan

Jumat (29/12), menjadi hari spesial bagi Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Sonhadji. Memasuki hari jadinya…

Sabtu, 30 Desember 2017 06:46

Tribrata, Menghibur Sekaligus Mengamankan

Banyak cara untuk polisi menjalankan fungsi mengayomi masyarakat. Tak melulu soal memberi keamanan,…

Rabu, 27 Desember 2017 07:57

Disusun Guru-Guru Berpengalaman, Ditelaah para Dosen

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjamin pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2018 bebas…

Ngaku Sudah Nikah, Nginap Seminggu Lapor Polisi

Harga Merakyat, Langganan Pejabat
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .