MANAGED BY:
KAMIS
18 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 18 Oktober 2014 06:22
Properti Tetap 'Manis'

Harga Setiap Tahun Terus Melejit

PROKAL.CO, v>

Pertumbuhan properti di Balikpapan seakan tak bisa dibendung. Begitupun dengan harganya, yang tiap tahun terus melambung.
 
BOLEH dikata, berapa pun jumlah unit rumah yang dibangun dari begitu banyak pengembang baik lokal maupun nasional, terus diserap pasar Balikpapan. Tak heran jika prospek bisnis ini makin ‘manis’ di mata investor, khususnya investor dari luar Balikpapan.

Brand properti nasional Sinar Mas Wisesa (SMW) member of Sinarmas Land misalkan. Developer ini berhasil melebarkan sayapnya membangun ribuan rumah serta berhasil mengubah wajah Kota Minyak. Mulai dari proyek Balikpapan Permai (1985) dengan luas 14,5 ha yang dibangun menjadi kompleks niaga dengan kawasan tertata, terdapat ruko, pusat belanja, bahkan hotel berbintang dengan total 420 unit bangunan di dalamnya.

Megaproyek berikutnya yakni membangun kompleks elite Balikpapan Baru. Di mana kurang lebih 3.500 unit bangunan yang didirikan di atas lahan dengan luas kurang lebih 150 hektare. Tahap terakhir penyelesaian perumahan dengan konsep kluster ini yaitu pembangunan kluster Vancouver pada 2012 lalu.

Yang ketiga yakni, Grand City yang juga merupakan megaproyek dari SML dengan luas lahan mencapai 220 hektare. Di atas lahan tersebut sedikitnya akan dibangun (bertahap) 6 ribu bangunan, pertokoan, rumah, fasilitas pendidikan berikut fasilitas danau buatan dengan luas 5,3 hektare untuk mengendalikan air hujan dan akan disulap menjadi tempat wisata. Di mana target proyek tersebut akan dirampungkan pada 10 tahun mendatang.

Head of Sales and Promotion Residential Sinarmas Land, Budi Widiyanto menjelaskan, dari ketiga megaproyek tersebut harga yang ditawarkan ke konsumennya mengalami kenaikan yang berbeda tiap tahunnya. Meskipun enggan menyebutkan harga pasti, laki-laki yang akrab disapa Budi ini mengatakan, persentase kenaikan harga di Sinarmas Land kurang lebih 10 hingga 20 persen per tahun.

Harga rumah elite tipe 60-an di salah satu kluster Balikpapan Baru tahun 2000 silam misalnya, konsumen pada tahun milenium tersebut bisa mendapatkan harga di kisaran Rp 90 jutaan. Masuk 2003, harganya naik menjadi Rp 200 jutaan. “Sedangkan saat ini harga dengan tipe sama sudah mencapai Rp 700-an juta,” tutur Budi kepada Kaltim Post saat ditemui di kantor pemasaran Balikpapan Baru, Jumat (17/10) kemarin.

Lain harga rumah, lain lagi dengan harga tanah kaveling. Tahun 2000 silam dijelaskan Budi, harga tanah kaveling di Balikpapan Baru juga terbilang masih murah. Waktu itu, per meter persegi, harga tanah untuk rumah bisa dipatok sebesar Rp 500- 900 ribu. Seiring berjalannya waktu, saat ini lahan tersebut sudah bernilai Rp 4,5 juta – 6 juta per meter persegi.

“Tapi hal ini berbeda untuk ruko. Lahan untuk ruko saja saat ini bisa bernilai 2-3 kali lebih tinggi dari harga tanah untuk rumah,” jelasnya.

Yang menjadi dasar melambungnya kenaikan harga properti karena nilai investasinya yang setiap tahun mengalami pertumbuhan. Di samping itu, kenaikan yang terjadi juga dipengaruhi oleh inflasi, harga bahan bangunan, serta perkembangan tata kota dari wilayah itu sendiri.

“Jadi bukan karena seenaknya menaikkan harga. Hampir rata-rata developer di Balikpapan juga menaikkan harga karena melihat faktor tersebut. Khususnya saat BBM naik, harga material dan ongkos tukang. Namun persentasenya 10-20 persen, di mana sudah disesuaikan dengan harga bangunan, harga tanah pada tahun itu dan PPN,” katanya.

Menurut Budi, ke depan prospek bisnis properti masih akan cemerlang di Balikpapan. Karena, selain rumah menjadi kebutuhan primer saat ini masyarakat lebih melirik membeli rumah sebagai investasinya. ‘Manisnya’ bisnis ini akan dirasakan oleh semua pengembang di Balikpapan.

“Karena nilai investasinya yang lebih tinggi dibandingkan investasi sehat lainnya, konsumen yang memiliki dana lebih akan cenderung menginvestasikan uangnya untuk beli rumah. Selain itu juga karena lebih aman jika berinvestasi rumah,” katanya.

Brand lokal pun juga turut merasakan ‘manis’ bisnis properti ini. Sebut saja PT Her Mandiri Utama lewat perumahan Her I. Meskipun rumah yang ditawarkan tipe menengah ke bawah tahun 1996 silam, saat ini pengembang lokal ini masih bisa mempertahankan pasarnya dan masuk dalam pengembang lokal sukses.

“Waktu itu kami masih menggunakan kayu untuk bangunan perumahan tipe 36 dengan luas lahan 150 meter persegi. Harga yang ditawarkan berkisar Rp 22 jutaan,” kata Herman Rahim, owner dari PT Balikpapan Her Mandiri (anak dari pemilik PT Her Utama Mandiri).

Laki-laki berusia 24 tahun ini menjelaskan, kenaikan harga terus merangkak stabil bahkan tak jarang harga stagnan di waktu tertentu. Tipe 36 dijual terakhir tahun 2013 lalu dengan harga pasar mencapai Rp 335 juta. Bahkan, atas keberhasilan dan keuntungan menggiurkan yang didapatkan pengembang lokal ini, PT Balikpapan Her Mandiri sudah mulai merambah bisnis perumahan menengah dan rumah mewah.
 
“Bisnis properti ke depan masih tumbuh sangat bagus. Nilai investasi terus tumbuh, sehingga berapa pun harga jual yang ditawarkan bisa terserap pasar. Karena permintaan juga semakin banyak. Bahkan, bukan hanya dari Balikpapan, minat beli rumah untuk investasi atau kebutuhan juga datang dari masyarakat luar Balikpapan,” katanya. (*/en/lhl/k14)
 
loading...

BACA JUGA

Rabu, 17 Juli 2019 11:47

Maksimalkan Dana Desa untuk SDM, Kurangi Masyarakat Miskin

SAMARINDA – Tak hanya fokus kepada peningkatan infrastruktur di daerah,…

Rabu, 17 Juli 2019 11:32

Pemerintah Setujui PoD Blok Masela

JAKARTA – Tarik ulur pengembangan proyek Blok Masela yang berlangsung…

Selasa, 16 Juli 2019 12:05

Kredit UMKM Capai Rp 21,23 T, Didominasi untuk Modal Usaha

SAMARINDA- Kinerja penyaluran kredit untuk usaha mikro kecil dan menengah…

Selasa, 16 Juli 2019 12:04

Kejar Target Produksi Migas, PEP Asset 5 Bor Enam Sumur pada Juli-Agustus

BALIKPAPAN- Pertamina EP (PEP) Asset 5 fokus mengejar target produksi…

Selasa, 16 Juli 2019 12:03

LPDB KUMKM Jemput Bola ke Kaltim, Katrol Penyaluran Dana Bergulir

SAMARINDA - Kaltim menempati urutan ke-11 dalam urusan penyaluran dana…

Senin, 15 Juli 2019 13:00

Harga Gas Indonesia Kompetitif, Hanya Kalah dari Malaysia

JAKARTA – Harga gas industri Indonesia relatif stabil dan kompetitif…

Senin, 15 Juli 2019 12:55

Generasi Milenial Gemar Investasi

Harga logam mulia PT Aneka Tambang Tbk atau Antam terus…

Senin, 15 Juli 2019 12:07

Bangun Pabrik Beton di Penajam, WSBP Manfaatkan Dana Obligasi

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mengembangkan pabrik pencetakan beton…

Minggu, 14 Juli 2019 11:40

INGAT..!! Jangan Asal Tutup Kartu Kredit

MENUTUP kartu kredit sama seperti saat Anda disuruh memilih satu…

Minggu, 14 Juli 2019 11:39

Incar Pertumbuhan Produksi 10 Persen di Algeria

BALIKPAPAN- PT Pertamina Internasional EP (PIEP) mengincar pertumbuhan produksi sumur…

Cerewet soal Kulit

Griezmann Datang, Coutinho Gelisah dan Mau Balik ke Liverpool

Bikin Sekuel Lewat Single

Robbie Williams, Sempat Asosial

Air PDAM “Hidup-Mati” Warga Tersulut Emosi

Pemuda Pelaku Vandalisme Kepergok Beraksi

Berharap Hidup Lebih Baik, Warga SKM Terima Dipindahkan

Puluhan Desa Tagih Janji Gubernur

Lelang Investasi Jembatan Tol Teluk Balikpapan Dimulai

Hari Libur, Bupati Minta Sampah Tetap Diangkut
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*